Lima persoalan paling bikin stres pekerja
Di kalangan pekerja, stres kerapkali menjadi penghalang utama untuk produktif. Tapi sebenarnya hal apa saja yang bisa memantik stres pekerja?
Wrike, perusahaan pengembang piranti lunak, memutuskan untuk menggelar survei terkait itu, belum lama ini. Perusahaan berbasis di California, Amerika Serikat, tersebut bertanya kepada 1.500 pekerja berbagai posisi dan perusahaan.
Berdasarkan itu, Wrike melakukan pemeringkatan kendala pekerjaan yang menyulut stres pekerja. Berikut adalah lima stressor atau stimulan paling bikin stres pekerja, seperti dilansir Business Insider,
Wrike, perusahaan pengembang piranti lunak, memutuskan untuk menggelar survei terkait itu, belum lama ini. Perusahaan berbasis di California, Amerika Serikat, tersebut bertanya kepada 1.500 pekerja berbagai posisi dan perusahaan.
Berdasarkan itu, Wrike melakukan pemeringkatan kendala pekerjaan yang menyulut stres pekerja. Berikut adalah lima stressor atau stimulan paling bikin stres pekerja, seperti dilansir Business Insider,
1. Putus Informasi
Andrew Filev, CEO dan Pendiri Wrike, mengatakan, keterputusan informasi mengindikasikan ketergantungan antarpekerja. Sebab, kemajuan teknologi memungkinkan terjadi kolaborasi pekerja lintas wilayah dan waktu.
"Jika Anda punya waktu, energi, dan ambisi dalam bekerja, namun diblok oleh sesuatu yang lain, itu sangat bikin frustasi."
Kegagalan dalam membuat prioritas Filev mengatakan prioritisasi adalah penentu kesuksesan atau kegagalan karir Anda.
"Pekerjaan bertambah setiap hari. Itu hanya akan menjadi buruk atau baik tergantung pada apa yang Anda lakukan terhadap itu."
Solusi umum, latih diri Anda untuk mengutamakan pekerjaan paling terpenting. Setelah itu selesai, Anda bisa beralih menggarap pekerjaan penting lainnya.
2. Proyek tak realistis
Proyek yang memiliki tujuan tak realistis seringkali merupakan resultan dari miskinnya komunikasi. Diluat itu, tugas bakal terus mengalir lantaran orang lain tak tahu kerjaan apa yang sedang Anda lakukan dalam waktu tertentu.
"Jadi, buat mereka, tujuan akhirnya bisa jadi realistis."
Untuk mencegah itu, Anda harus pastikan sudah berkomunikasi apik dengan rekan tim atau atasan terkait apa yang sedang dikerjakan berikut tenggat waktunya."
3. Deadline terus berubah
"Realitas hidup adalah bisnis, pasar, teknologi selalu bergerak cepat. So, setelah kita semakin banyak menerima informasi, Itu seringkali menuntut perubahan keputusan," kata Filev.
Hal ini seringkali berdampak pada perubahan deadline. Ketimbang stres menghadapi perubahan begitu cepat, Filev menyarankan agar berdamai dengan itu.
4. Kepemimpinan lemah
Kepemimpinan lemah bisa bikin frustasi bagi pekerja yang menuntut kejelasan instruksi dari atasan. Filev mengatakan para pekerja seharusnya menyadari bahwa bos juga manusia.
"Mereka juga kewalahan sama seperti kita."
Selain itu, Filev juga mengingatkan bahwa komunikasi adalah solusi terbaik untuk mengatasi ambiguitas. Jika Anda belum mendapat kejelasan perintah atau tujuan perusahaan.
Maka, cari kesempatan untuk bertanya pada atasan.
5. Kegagalan dalam membuat prioritas
Filev mengatakan prioritisasi adalah penentu kesuksesan atau kegagalan karir Anda.
"Pekerjaan bertambah setiap hari. Itu hanya akan menjadi buruk atau baik tergantung pada apa yang Anda lakukan terhadap itu."
Solusi umum, latih diri Anda untuk mengutamakan pekerjaan paling terpenting. Setelah itu selesai, Anda bisa beralih menggarap pekerjaan penting lainnya.
